Monday, February 10, 2014

Perbedaan USB 1.0, USB 2.0, & USB 3.0

Universal Serial Bus (USB), adalah salah cara komunikasi antara peralatan dengan Host Controller (biasanya PC), USB dibuat dan diperkenalkan oleh Ajay Bhatt saat bekerja pada Intel. USB telah banyak menggantikan serial dan parallel ports. Contohnya pada mouse, keyboard, kamera digital, handphone, Mp3 palyer, flash drive, printer. Saat ini port USB telah menjadi port komunikasi yang standard.
Simbol USB

USB

Beberapa macam tipe Port USB :
 

Beberapa tipe USB :
USB 1.0
 

USB 1.0 : dirilis January 1996, spesifikasi data rata-rata 1.5 Mbit/s (Low-Bandwidth) dan 12 Mbit/s (Full-Bandwidth), belum bisa diperpanjang atau dihubungkan ke HUB USB.

USB 1.1 : dirilis September 1998, memperbaiki kekurangan UBS 1.0  yaitu dapat diperpanjang dan dapat digunakan pada HUB USB.


USB 2.0
 

USB 2.0 : dirilis April 2000, menambahkan bandwitdh hingga 480 Mbit/s [60 MB/s] (disebut “Hi-Speed”). Hasil modifikasi dari Engineering Change Notices (ECN). Beberapa kemampuan yang ditambahkan ECN dapat dilihat di USB.org. Battery Charging Specification 1.1 (memungkinkan charge perangkat ke USB, misalnya kamera digital/ handphone), Micro-USB Cables and Connectors Specification 1.01 (telah support dengan port ukuran mikro seperti pada kamera digital/ handphone), Link Power Management Addendum ECN (memungkinkan USB dalam kondisi sleep saat tidak digunakan).


 USB sebagai charger & data kabel

USB 3.0
Disebut dengan superspeed bus, terdiri dari 4 kriteria kecepatan transfer data yaitu :
1. 5.0 Gbit/s.
2. 4 Gbit/s.
3. 3.2 Gbit/s.
4. 0.4 Gbyte/s or 400 MByte/s).

Namun pada kenyataannya berbeda, karena ini hanyalah konsep awal, speed boleh cepat tapi hardware harus mendukung.

USB 3.0 biasanya berwarna biru, perangkat Super­Speed seperti harddisk dari Buffalo dan Western Digital, tetapi kecepatan transfernya hanya 100 MB/detik. SSD jauh lebih cepat dengan 250 MB/detik. SSD pertama dengan USB 3.0 dan kecepatan diatas 300 MB/detik telah diumumkan dan rencananya akan dipasarkan.

Kelebihan USB 3.0 :
  1. Tidak diperlukannya pasokan daya tambahan untuk penggunaan harddisk eksternal.
  2. Suplai daya untuk perangkat USB 2.0 maksimal 500 mA, sementara untuk perangkat USB 3.0 mencapai 900 mA.
  3. Hal yang baru di USB 3.0 yaitu host-controller akan terhubung ke perangkat yang tepat ketika akan menuliskan data pada USB flashdisk. Sementara itu, USB 2.0 mengirim data ke semua perangkat de­ngan cara polling, tak soal apakah perangkat tersebut tepat atau tidak.


Inovasi ini memungkinkan host-controller melakukan manajemen e­nergi terhadap periferal-periferal yang terhubung. Dengan standar USB 3.0, perangkat yang tidak digunakan tidak hanya dapat dikecualikan pada proses pengiriman data, melainkan juga dinonaktifkan.

Ini akan menghemat listrik sekaligus melindungi hardware terkoneksi. Di ­sini digunakan tiga modus hemat energi, yaitu modus U1 IC untuk pengiriman dan penerimaan dinonaktifkan, pada U2 IC clock-generator sementara dihentikan, dan pada U3 dicapai kondisi standby.

Kelemahan umum USB 3.0 yaitu tidak (belum) ada dukungan sistem operasi. Sementara ini, anda harus meng­install driver tambahan dari vendor tersebut. Namun, Microsoft melakukan perbaik­an dengan SP1, Windows 7 akan mendukung USB 3.0.

USB 3.0 telah mensupport ke semua kemampuan yang ditawarkan oleh UBS 1.0 dan USB 2.0, namun dengan kecepatan yang super, tapi sayangnya baru sedikit perangkat yang telah mensupport, karena selain perangkat yang telah USB 3.0, Host controller atau PC juga harus dilengkapi USB 3.0 pula.


Sumber : tidak diketahui

No comments:

Post a Comment