Sunday, April 14, 2013

Pembuat Piramida Giza


Teori Darwin memang menyesatkan, bagaimana mungkin, Homo Erectus yang selama 1.000.000 tahun (1,5 juta SM - 500.000 SM), tidak mengalami perubahan yang berarti. Akan Tetapi hanya dalam tempo 200.000 tahun, mengalami perubahan yang drastis, menjadi manusia/Homo Sapiens (500.000 SM - 300.000 SM).

Sesungguhnya Adam sebagai manusia pertama bukan sekedar belief system, tetapi juga dapat dibuktikan secara science. Ilmuwan terlalu mengagung-agungkan Teori Darwin, yang terbukti telah keliru. Melalui rekaman fosil, didapat informasi :
  1. Salamander 125 juta tahun yang lalu, tidak mengalami perubahan yang berarti, struktur tubuhnya mirip dengan Salamander sekarang.
  2. Kodok 50 juta tahun yang lalu, sama persis dengan kodok masa kini.
  3. Kepiting 23 juta tahun yang lalu, mirip dengan kepiting sekarang.
  4. Udang yang hidup 250 juta dan 70 juta tahun silam sama dengan yang hidup di zaman kita. Udang yang tetap tak berubah selama jutaan tahun menunjukkan bahwa evolusi tidak pernah terjadi.

Perlu dipahami bahwa Homo Erectus adalah mamalia yang telah punah 500.000 tahun yang lalu. Jenis ini memiliki kemampuan berbudaya yang sangat terbatas, selama 1.000.000 tahun.

Adam dan Bakkah
Adam dan Hawa, yang diyakini sebagai leluhur umat manusia, kemunculannya telah ada sebelum 200.000 tahun yang lalu. Komunitas manusia pertama, bermula di Bakkah (QS.3:96), dimana mula-mula tempat peribadatan didirikan.

Bakkah (Mekkah), yang disebut juga sebagai Ummul Qura/Ibu Negeri (QS.42:7), sesungguhnya adalah kampung halaman, bagi seluruh umat manusia sedunia.

Teori Out Of Africa, menyatakan bahwa Homo Sapiens berasal dan berevolusi di Afrika. Teori ini didukung oleh penemuan Homo Sapiens tertua, yang berusia 195.000 tahun, di dekat Sungai Omo, Ethiopia (Afrika Timur).

Teori Out Of Africa, tidak sepenuhnya benar, karena manusia-manusia di Afrika, sesungguhnya berasal dari Bakkah, yang lokasinya tidak seberapa jauh dari Ethiopia (Afrika Timur).

Nabi Adam Muncul Sesudah 6.000 SM?
Adanya pendapat yang menyatakan, kemunculan Nabi Adam pada sekitar tahun 4.004 SM (pendapat Uskup Irlandia, James Ussher, yang didasarkan kepada keterangan dari Bible) dan 5.411 SM (pendapat seorang Ahli Sejarah Yahudi, Josephus), jelas sangat bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah.

Berdasarkan fakta sejarah, di India pada 6.000 SM - 7.000 SM, sudah ada Peradaban Lembah Sungai Indus. Di Iran pada 7.000 SM, manusia telah mengenal alumunium. Di Cina pada 7.000 SM, manusia sudah mengenal bercocok tanam. Dan di Indonesia, tahun 6.000 SM, Barus telah didiami manusia.

Nabi Adam Manusia Berbudaya
Nabi Adam adalah manusia super genius. Karena beliau berhasil mempresentasikan keadaan alam semesta dihadapan Allah. Kecerdasannya telah membuat para malaikat terkagum-kagum, dan sujud memuji kebesaran-Nya. (QS.2:30-34)

Nabi Adam dan masyarakat di Bakkah adalah manusia yang berbudaya, mereka telah mengenal pakaian dan berkomunikasi dengan bahasa yang santun. Hal ini sangat jauh dari gambaran, bahwa Nabi Adam adalah manusia primitif, yang berpakaian sekedarnya dan hanya mengenal kapak batu sebagai alat bantu.

Penjelasan Tentang Keberadaan Ras Raksasa
Biologist Dr. Shomi Lesser dari Hebrew University mengkalkulasikan, apabila manusia berasal dari satu leluhur, maka leluhur manusia itu tingginya mesti 90 kaki, karena manusia mengalami penyusutan badan atau genetic bottleneck.

Kalkulasi Dr. Shlomi bersesuaian dengan isyarat dari Rasullullah 1.400 tahun yang silam, “Nabi Adam memiliki tinggi 60 Hasta” (Hadits Bukhari Vol.IV No.543). Dimana 60 Hasta = 90 Kaki = 30 Meter.

Penyusutan badan manusia atau genetic bottleneck, kemungkinan telah terjadi pada generasi awal Bani Adam. Dimana ada yang menurunkan ras normal, seperti manusia saat ini, tetapi ada juga yang menurunkan ras raksasa. Penyusutan badan selain dipengaruhi faktor waktu dan turunan, juga dipengaruhi faktor iklim dan makanan.

Hasil karya manusia-manusia, yang memiliki fisik dan bertubuh raksasa bisa dilihat pada Piramida Giza di Mesir (yang tersusun dari 2,3 juta batu, dengan berat setiap batu 2,5 ton) dan Kastil Sacsahuaman di Mexico (yang tersusun dari bebatuan, dengan berat antara 100 ton sampai 360 ton). Perlu dipahami, Piramida Giza dibangun jauh sebelum munculnya Peradaban Sumeria (sekitar 4.000 SM) dan bencana masa Nabi Nuh (sekitar 13.000 tahun lalu atau 11.000 SM). Para Fir’aun Mesir kuno, hanya menemukan Piramida Purba dan menjadikannya sebagai pemakaman.

Temuan Arkeologi manusia raksasa ini juga telah berhasil ditemukan di Suriah, Arab Saudi, Texas USA, Thailand dan di beberapa tempat lainnya. Namun untuk menanggapi temuan tersebut, perlu kehati-hatian, karena sebagian ada yang direkayasa, untuk kepentingan pribadi.

Jadi dapat ditarik sebuah kesimpulan terang, jika bangunan tinggi yang tiada bandingnya dalam sejarah dan masih misteri, dibuat dan dikerjakan beribu-ribu tahun silam oleh ras manusia bertubuh raksasa, keturunan Adam dan Hawa.


Sumber : tidak diketahui

No comments:

Post a Comment