Tuesday, February 5, 2013

Keajaiban Di Mekkah


Kalau kamu nanti pergi haji, di Mekkah kamu akan diperlihatkan balasan amal perbuatanmu selama ini disana. Apa kamu nggak takut disini kamu masih suka berbuat maksiat, kamu masih suka mabok, kamu masih suka main cewek, kamu masih suka ini itu. Lagian kamu itu shalat jarang-jarang, nggak bisa ngaji, nggak pernah beramal, dll. Pokoknya disana kamu akan diputarkan video balasan perbuatanmu selama ini.

Inilah kalimat yang paling sering didengar dan berkembang di tengah-tengah masyarakat perihal tentang perjalanan suci ibadah haji. Sehingga sering sekali saya mendapatkan pertanyaan seperti ini dari ikhwan akhwat yang akan pergi berangkat haji. Celakanya hal ini justru membuat ketakutan bagi yang lain, khususnya teman-teman yang masih muda, yang sudah mempunyai kemampuan mengadakan perjalanan haji menjadi takut untuk segera mendaftarkan diri untuk berhaji. Akhirnya kita bisa lihat bahwa hampir 70% jamaah haji dari Indonesia adalah bapak ibu yang sudah tua-tua yang berumur diatas 50 tahun, padahal ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan tenaga prima dan Insya Allah itu ada pada diri kita yang masih muda-muda.

Disisi lain dari cerita kejadian aneh dan nyata dari orang-orang yang pulang haji, begitu sangat beragam, pengalaman sendiri, pengalaman teman seperjalanan selama menunaikan ibadah haji. Perihal kisah-kisah aneh tapi nyata ini, membentuk persepsi yang terakumulasi sehingga menjadi opini bahwa apa yang dikatakan banyak orang itu benar adanya. Jadi, lengkaplah banyak orang jadi percaya akan hal itu, dan jadi semakin takut.

ADA APA SEBENARNYA? ADA RAHASIA APA DIBALIK KEJADIAN ITU SEMUA?

Bermula dari turunnya ayat terkait penciptaan Adam AS oleh tangan Allah sendiri. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

Malaikat berkata : Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?

Tuhan berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS 2 : 30)

Seorang sejarawan Mekkah, Imam Al-Azraqy, mengisahkan dari ayahnya, dari jawaban Allah atas pertanyaan malaikat itulah, maka para malaikat menganggap Allah murka atas mereka yang protes, kemudian mereka menangis tersedu-sedu sambil berkumpul di Arsy dan merendahkan diri sambil bertawaf (di 'Arsy). Sambil bertawaf, para malaikat membacaLabbaikallahumma Labbaiik, Labbaika Laa Syariikalaka Labbaik Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, Ya Tuhan kami, kami meminta ampunan kepada-Mu dan kami bertobat kepada-Mu.”

Allah kemudian melihat mereka. Setelah Allah turunkan rahmat kepada mereka, kemudian Allah menciptakan sebuah rumah yang berada tepat di bawah Arsy. Allah mengatakan kepada malaikat, “Tawaflah kamu semua di tempat ini dan tinggalkan Arsy.”

....dan demi Baitul Makmur (QS 52 : 4). Baitul Makmur ialah sebuah rumah di dekat Arsy di langit yang ketujuh, dimana para malaikat bertawaf dan lain-lain. Dimana setelah tawaf, Baitul Makmur ini setiap hari dimasuki oleh sebanyak 70.000 malaikat dan tidak kembali lagi.

Lantas kemana 70.000 malaikat yang telah memasuki baitul makmur setiap hari tersebut?

Menurut Imam Al Qurtubhi, dalam tafsirnya berdasarkan ayat itu. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (QS 97 : 4)

Atas izin Tuhannya, para malaikat itu turun ke bumi untuk mengatur segala urusan.

Kemudian Allah mengutus para malaikat dan berfirman kepada mereka. Bangunlah sebuah rumah yang serupa dan sebesar itu di bumi. Allah memerintahkan pula kepada penduduk bumi untuk bertawaf di tempat itu.

Atiq bin Ghaits menggambarkan bahwa malaikat Jibril memukulkan sayapnya ke bumi, kemudian muncullah fondasi yang mirip dengan tempat tawafnya para malaikat. Fondasi itu menancap kokoh ke bumi. Kemudian para malaikat melemparkan batu-batu yang beratnya tidak akan sanggup dipikul oleh 30 orang sekalipun.

Bentuk dan besar ukuran antara tempat ibadah para malaikat, Baitul Makmur dan Baitullah yang di Mekkah yang dibangun Nabi Ibrahim juga sama persis, mulai dari ukuran hingga bentuknya. Dalam riwayat Al-Azraqy dari Ibnu Juraij, Imam Ali bin Abi Thalib pernah menggambarkan bahwa posisi Baitullah yang dibangun pilarnya oleh Nabi Ibrahim adalah hasil tuntunan awan yang turun laksana mendung. Di tengah-tengah awan itu terdapat kepala dan berbicara kepada Nabi Ibrahim, “ambillah ukuranku pada bumi jangan lebih dan jangan kurang. Barulah Ibrahim menggaris di tanah, dan itulah yang disebut Bakkah, sedang apa yang ada di sekelilingnya adalah Mekkah. (HR Al-Azraqy)

Dan di sinilah, di tempat itulah seluruh malaikat yang turun ke bumi untuk mengatur segala urusan di bumi atas izin Allah, seluruhnya melakukan thawaf. Kita bisa bayangkan setiap hari ada 70.000 malaikat sejak diciptakannya Baitul Makmur di dekat Arsy, bersamaan waktunya dengan awal penciptaan Adam AS.
Nah, kira-kira berapa banyak sekarang ini yang sudah turun dan melakukan tawaf di Baitullah mengelilingi Ka'bah, subhaanallah.

Kemudian atas rencana Allah, Adam dan istrinya Hawa diturunkan oleh Allah dari sorga, Adam dan Hawa turun ke bumi, mereka mengakui telah tergoda oleh setan dan meyakini betapa beruntungnya mereka mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Allah berkata kepada Adam, “Buatlah untuk-Ku rumah dan beribadahlah padanya sebagaimana engkau lihat para malaikat beribadah di langit.

Kemudian, dikisahkan oleh Atha’, Adam membangun rumah itu dari lima buah gunung, yaitu Haro, Tursina, Libanan, Judy, dan Turzeta. Imam Mawardi menambahkan bahwa Nabi Adam membangun Baitullah seperti ia lihat di Arsy dengan dibantu oleh malaikat Jibril untuk memindahkan bebatuannya yang sangat berat (bahkan tidak sanggup dipikul oleh 30 orang). Adam adalah orang pertama yang melakukan shalat dan tawaf di sana. Hal ini dilakukan terus-menerus oleh Adam hingga Allah SWT mendatangkan angin topan yang menyebabkan lenyapnya bangunan Kabah tersebut. Yang tersisa hanya fondasi dasarnya.

Dalam kitab Al-Maarif, Ibnu Qutaibah menerangkan bahwa sepeninggal Adam, yang memakmurkan dan membangun Baitullah atau Kabah adalah Nabi Shyst AS, anak laki-laki Nabi Adam AS.

Setelah itu, fondasi yang pernah dibangun Nabi Adam yang merupakan petunjuk Allah lewat malaikat-Nya kembali ditemukan Nabi Ibrahim setelah berabad-abad lamanya tidak dipelihara sepeninggal Nabi Shyst, anak laki-laki Nabi Adam. Bahkan, telah menjadi tandus dan tiada tanda-tanda kehidupan. Nabi Ibrahim dan Ismail akhirnya membangun sebuah rumah di atas fondasi tersebut. Baitullah di Bakkah/Mekkah, tempat bertawaf bagi seluruh jamaah haji.

Insya Allah, dari sinilah keterkaitan antara kejadian aneh tapi nyata yang sering dialami para jamaah haji. Dimana salah satu urusan para malaikat yang sedang bertawaf di kabah, di Baitullah, di Masjidil Haram, Mekkah, adalah mengamini seluruh perkataan jamaah haji, baik perkataan yang baik maupun yang tidak baik, atau bercanda sekalipun, maka pada saat itulah serentak seluruh para malaikat mengamininya, subhaanallah.

Sehingga ada saja kejadian-kejadian spontan yang terjadi disana. Bukan karena merupakan balasan amal kita di tempat asal, tapi kebiasaan para jamaah haji di tempat asal yang terbawa kesana, kemudian diamini oleh seluruh malaikat tersebut.

Dan yang paling umum terjadi adalah kebiasaan dalam berucap, sehingga apapun yang dilihatnya dikomentarinya dengan negatif pula, dan kebiasaan dalam berperilaku menggunjing, tamak, mau menangnya sendiri, suka marah-marah, sombong dan takabur, dll. Insya Allah inilah yang berdampak nyata pada kejadian-kejadian tersebut.

Melihat jamaah dari Afrika yang hitam legam hanya kelihatan giginya dikomentari orang kok kayak pantatnya dandang”, walhasil mukanya jadi belepotan angus walaupun habis mandi.

Berdekatan dengan jamaah haji dari Bangladesh dan India yang jarang mandi dan sangat berbau dikomentari dalam hati, “orang kok baunya kayak kambing”, maka jadilah dia kemana-mana mencium bau tak sedap berhari-hari.

Melihat temannya pulang dari masjid berjalan nyeker tanpa sandal, terus ditanyahilang lagi bu sandalnya?”, dijawabiya ini sudah yang ketiga kalinya”, terus dikomentari sambil takabursaya sejak di mekkah tidak pernah sandal saya hilang”, maka besoknya dia pulang dari masjid berjalan nyeker tanpa sandal dan dia bilangsandal saya hilang”.

Cerita yang berkaitan,
Gelombang 1 dari embarkasi Surabaya terbang langsung menuju Madinah, setelah proses check kedatangan di Madinah, kami dibawa menuju tempat maktab di Madinah, kebetulan dapat tempat di Katibiyah, 2 km dari Masjid Nabawi, jam 10 pagi kami masuk maktab.

Kami berjalan bersama-sama melintasi 2 perempatan jalan besar, kami semua melihat di setiap perempatan jalan disana selalu ada pos polisi dengan ambulance dan sepeda motor. Sepeda motor tersebut digunakan untuk mengantar jamaah yang tersesat dan kesasar dengan melihat gelang stainless steel yang melingkar di pergelangan seluruh jamaah haji, disitu ada tertulis dalam bahasa arab nama jamaah, asal, alamat tinggal di Mekkah dan Madinah.

Tiba-tiba ketika kami melintas di perempatan pertama, Pak Imam yang lucu itu berseloroh, “ambulance itu daripada nganggur, nganter kita ke masjid kan enak.” Kami tidak menghiraukan lagi perkataan Pak Imam ini karena kami ingin segera berada di Masjid Nabawi.

Di halaman Masjid Nabawi, kami sepakat janjian di tempat wudhu no. 6 yang ada di seputar halaman masjid, baru kemudian kita kembali pulang ke maktab bersama-sama, kalau sampai ditunggu 30 menit tidak muncul, maka kita akan tinggal dan resikonya pulang sendiri.

Setelah shalat berjamaah zhuhur selesai, satu per satu jamaah tiba di tempat wudhu no. 6, akhirnya 44 dari 45 jamaah sudah ngumpul, tinggal 1 yang belum, Pak Imam.

Kami semua menunggu Pak Imam sampai dengan 30 menit, tetapi Pak Imam tidak muncul juga, Bu Imam sudah mulai menangis dan akhirnya sesuai kesepakatan, Pak Imam kita tinggal pulang.

Jam 2.30 sore Pak Imam baru sampai di maktab dengan tangis yang keras, dia berucap istighfar, memohon ampun kepada Allah.

Pak Imam kemudian bercerita, setelah shalat zhuhur berjamaah, kira-kira 10 menitan, dia sudah keluar dari masjid untuk mencari tempat wudhu no. 6 sebagai tempat berkumpul, dia cari tempat wudhu no. 6 tersebut, akan tetapi tidak ketemu, dia urut dari tempat wudhu no. 1, 2, 3, 4, 5 ada semua, namun setelah nomer 5 langsung no. 7, no. 6 nya tidak ada. Dia kembali urut dari no. 1 tetapi tetap Pak Imam tidak menemukan tempat wudhu nomer 6.

Ketika ditanyakan kepadanya “Pak Imam apa nggak melihat kita-kita?”, jawabnyatidak sama sekali”, subhaanallah.

Terus apa yang Pak Imam lakukan?”, dia menjawab bahwa dia mencoba pulang sendiri, tapi tambah bingung, tidak tahu jalan pulang ke maktab. Akhirnya sesuai dengan apa yang disampaikan pemimpin rombongan, dia terus ke pos polisi menunjukkan gelangnya dengan bahasa tarzan, kebetulan di pos itu tidak ada sepeda motornya yang biasa dipake ngantar jamaah yang bingung, karena sedang dipake temannya ngantar jamaah yang lain yang juga tersesat. Yang ada hanya ambulance, jadi saya pulang ini tadi diantar pak polisi pake ambulance, subhaanallah.

Hikmah dari seluruh cerita dan kejadian aneh tapi nyata disana adalah jaga lisan, jaga hati, tinggalkan kebiasaan buruk, tinggalkan perilaku yang tidak baik, karena disana kita sedang bertaubat, disana ada banyak malaikat yang mengamini seluruh perkataan kita.

Mintalah yang baik-baik, berdoalah kepada Allah untuk keselamatan kehidupan kita semua, doakan anak-anak kita, doakan kedua orang tua kita, doakan saudara-saudara, teman-teman, tetangga kita semua, doakan bangsa ini, doa anda semua diamini oleh seluruh malaikat penghuni bumi.

Mudah-mudahan sekilas ulasan ini bisa sedikit menambah bekal bagi ikhwan akhwat yang akan dan sedang dipanggil oleh Allah menunaikan ibadah haji tahun ini, juga sebagai tambahan persiapan bagi yang Insya Allah tahun-tahun mendatang malaksanakannya, amin.


Sumber : tidak diketahui

No comments:

Post a Comment